Archive for June, 2008
Dear Tia…
Maaf jika suratku mengganggumu. Aku berharap dengan surat ini, aku bisa mendapat kejelasan mengenai semuanya. Sebuah kejelasan untuk sebuah perpisahan. Aku tak tahu apa yang terjadi antara kamu dan dia, tapi kuharapkan kejelasan untuk akhir dari semua ini, agar kutenang dan tak memikirkan semua ini lagi. Kenapa juga Aries harus berbohong, dengan mengatakan bahwa dia mengejar-ngejar kamu yang pada akhirnya dia bilang bahwa kamu adalah miliknya sejak lama. Ada apa dibalik semua ini, dan ada apa diantara kita? jika ini cinta kenapa harus ada dusta?Jika memang kamu sayang, kenapa kamu tak pernah terus terang? Aku memang gak pernah bisa membenci dirimu, namun hati ini tersakiti oleh kedustaanmu..Kenangan serta senyum maniez untukku apakah sebuah bayangan semu yang memang tak pernah bisa kurengkuh. Kebohongan terbesar dirimu adalah berkata jujur padaku. Sia-siakah selama ini? Harapanku tuk bersatu denganmu, walau diwaktu dan dunia yang berbeda.
Continue reading ‘Surat Terlukaku’
Komentar Terakhir