Archive for the 'Curahan Hati' Category

Penyesalan dibalik kebohongan Tianshi..

PhotobucketMembaca dari blog teman saya, membuat penulis tergugah untuk membuat postingan ini. Mendengar kata tienshi(t) membuat menyesali apa yang pernah penulis lakukan 3 tahun yang lalu, berawal dari ajakan dari teman kos menjelaskan tentang buku robert t. tiyosaki yang menghubungkan soal MLM (multi level marketing) untuk menghasilkan uang dengan cara cepat melalui investasi. Menjelaskan tentang bla bla bahwa dengan memotong jalur distribusi iklan kita dapat mendapatkan untung dengan mencari downline. Penyesalan yang amat sangat adalah penulis menjual komputer yang satu-satunya media belajar hanya untuk menjadi bintang 3 di tienshi. Dengan mengajak beberapa teman penulis untuk menjadi downline tapi ini hanyalah perbuatan dosa karena yang di jual bukanlah produknya tapi lebih dari bagaimana cara mencari downline. Sedihnya lagi teman-teman sedikit menjauhi karena sering saya ajak prospek, dan menilai bisnis ini tidak masuk akal. Pernah penulis juga sempat ikut pertemuan dijakarta, namun hati penulis sadar bahwa tidak mudah untuk seperti ini dan ini bisnis tidak nyata. Continue reading ‘Penyesalan dibalik kebohongan Tianshi..’

Surat Terlukaku

Dear Tia…
Maaf jika suratku mengganggumu. Aku berharap dengan surat ini, aku bisa mendapat kejelasan mengenai semuanya. Sebuah kejelasan untuk sebuah perpisahan. Aku tak tahu apa yang terjadi antara kamu dan dia, tapi kuharapkan kejelasan untuk akhir dari semua ini, agar kutenang dan tak memikirkan semua ini lagi. Kenapa juga Aries harus berbohong, dengan mengatakan bahwa dia mengejar-ngejar kamu yang pada akhirnya dia bilang bahwa kamu adalah miliknya sejak lama. Ada apa dibalik semua ini, dan ada apa diantara kita? jika ini cinta kenapa harus ada dusta?Jika memang kamu sayang, kenapa kamu tak pernah terus terang? Aku memang gak pernah bisa membenci dirimu, namun hati ini tersakiti oleh kedustaanmu..Kenangan serta senyum maniez untukku apakah sebuah bayangan semu yang memang tak pernah bisa kurengkuh. Kebohongan terbesar dirimu adalah berkata jujur padaku. Sia-siakah selama ini? Harapanku tuk bersatu denganmu, walau diwaktu dan dunia yang berbeda.
Continue reading ‘Surat Terlukaku’