Dear Tia…
Maaf jika suratku mengganggumu. Aku berharap dengan surat ini, aku bisa mendapat kejelasan mengenai semuanya. Sebuah kejelasan untuk sebuah perpisahan. Aku tak tahu apa yang terjadi antara kamu dan dia, tapi kuharapkan kejelasan untuk akhir dari semua ini, agar kutenang dan tak memikirkan semua ini lagi. Kenapa juga Aries harus berbohong, dengan mengatakan bahwa dia mengejar-ngejar kamu yang pada akhirnya dia bilang bahwa kamu adalah miliknya sejak lama. Ada apa dibalik semua ini, dan ada apa diantara kita? jika ini cinta kenapa harus ada dusta?Jika memang kamu sayang, kenapa kamu tak pernah terus terang? Aku memang gak pernah bisa membenci dirimu, namun hati ini tersakiti oleh kedustaanmu..Kenangan serta senyum maniez untukku apakah sebuah bayangan semu yang memang tak pernah bisa kurengkuh. Kebohongan terbesar dirimu adalah berkata jujur padaku. Sia-siakah selama ini? Harapanku tuk bersatu denganmu, walau diwaktu dan dunia yang berbeda.
Cinta bukanlah permainan, begitu juga cintaku padamu, aku tulus..Mungkinkah jika aku bukanlah aku dengan segala kekuranganku, cintamu khan tulus padaku?Aku bahkan tak mengerti sedikitpun maksud dan tujuanmu menyakitiku seperti ini…Aku sudah sejauh ini menyayangi serta mencintaimu setulus hati, namun hanya kebohongan yang kudapat..Sampai kapankah kebohonganmu padaku khan kau teruskan, jika aku tak tahu..Menunggu waktu yang tepat? sampai kapan? Mungkin memang benar aku hanyalah manusia dengan segala kekurangan, hingga pantas untuk dikhianati dan disakiti. Dan perlu kamu tahu, sekarang senyumku adalah tangis hatiku..Aku selalu tersenyum bila mengingatmu, terkenang olehmu, maupun melihat wajah maniez fotomu. Namun sekarang hatiku menangis mengingat akan semua hal tentangmu…Aku berusaha lari dari kenyataan, tapi sampai kapan aku bertahan. Mencari pengganti dirimu? Semua tak sama dan takkan pernah sama, hanya kamu yang termaniez buatku di dunia ini..Mungkin juga benar, aku gak sesayang itu ma kamu coz aku lom nunjukkin apa-apa buat ngebuktiin rasa sayangku, tapi rasa sayangku bukanlah perasaan sesaat yang hanya tinggal lalu, coz aku selalu butuh senyum maniezmu tuk buatku hidup..
Aku ingat kamu pernah bercerita tentang seseorang yang pernah menyakiti dan mengkhianati hatimu, itukah balaz dendam dirimu untuk kau lampiaskan pada diriku.Mungkin kamu berpikir ini hanyalah ungkapan kata-kata tapi ini benar-benar dari dalam hatiku. Jika memang haruz berakhir, aku ingin kamu buang semua puisi diantara kita. Dan kuyakinkan diriku kau bukan milikku, dan biarkan waktu hapus semua kenangan..Maaf jika kutuliskan kepedihan diatas pena keraguan..
Sekali lagi aku minta maaf, jika kata-kataku terlalu menyakitkan buatmu. Aku tidak melanggar janjikku pada Aries, aku hanya berjanji tidak akan telpon maupun sms, terkecuali mengirim surat, aku tidak pernah menjanjikan hal itu. Melalui surat ini aku hanya ingin kamu tahu betapa dalam perasaanku padamu. Namun jika semua ini harus berakhir sudah, aku hanya ingin akhiri ini dengan indah. Kutunggu penjelasan darimu…
Surat diatas dibuat tahun 2006, ketika hati ini pernah merasakan hangatnya sebuah cinta. Sebuah cinta terlarang berbeda keyakinan, kita jalani penuh perjuangan serta jarak. Yang kutahu cinta itu indah, bersamanya menatap matanya, serta senyum manisnya. Ketika cinta diuji dengan pengkhianatan, rasa ini hancur dan lepuh oleh waktu. Hingga kini tak pernah kumerasakan cinta yang sesungguhnya…hanya waktu yang bisa menjawab.




0 Responses to “Surat Terlukaku”